Workshop Analisis Aflatoxin: Peningkatan Kapasitas Pengujian Mikotoksin di UPA. Laboratorium Terpadu UNJA

by Admin LDT
Jambi, 6 Agustus 2025 — UPA. Laboratorium Terpadu (UPA LT) Universitas Jambi sukses menyelenggarakan Workshop Analisis Aflatoxin sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas SDM dan mutu layanan laboratorium, khususnya dalam bidang pengujian cemaran mikotoksin pada bahan pangan.
Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Laboratorium Analitik dan Instrumentasi UPA LT dan diikuti oleh beberapa peserta yang terdiri dari dosen dan teknisi laboratorium. Workshop ini menghadirkan narasumber ahli di bidang analisis aflatoxin, yakni Nur Fathurahman Ridwan, M.Biotek dan teknisi Fata Muslim Fikri, M.Si, yang membagikan pengetahuan dan pengalamannya dalam metode deteksi Aflatoxin, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teknis dan kualitas hasil uji laboratorium dalam mendukung ketahanan dan keamanan pangan. “Melalui kegiatan ini, kami berharap laboratorium dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengawasi cemaran mikotoksin, serta mendorong riset dan inovasi di bidang pangan,” ujar Ir. Saitul Fakhri, M.Sc., Ph.D., Kepala UPA. Laboratorium Terpadu Universitas Jambi.
Materi yang disampaikan mencakup pemahaman dasar tentang Aflatoxin sebagai senyawa toksik yang dihasilkan oleh jamur Aspergillus, potensi bahayanya terhadap kesehatan manusia dan hewan, serta standar regulasi yang berlaku di Indonesia maupun internasional. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan praktis mengenai teknik pengambilan sampel, ekstraksi, dan analisis menggunakan metode ELISA.
Kegiatan berlangsung interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta dalam sesi diskusi maupun praktik laboratorium. Diharapkan hasil dari workshop ini dapat diimplementasikan dalam kegiatan laboratorium sehari-hari serta memperkuat jejaring kerja sama antar lembaga dalam pengawasan mutu pangan.
Para peserta menyambut baik kegiatan ini karena memberikan wawasan baru serta keterampilan praktis yang aplikatif di laboratorium. Banyak di antara mereka berharap agar kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara rutin, khususnya dengan fokus pada analisis bahan pangan lainnya yang berisiko terhadap kesehatan masyarakat.
“Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini, terutama dalam memahami metode analisis Aflatoxin secara langsung di laboratorium. Harapannya, ke depan ada pelatihan lanjutan yang lebih mendalam dan bisa memperluas cakupan uji,” ujar Ir. Agussalim, S.TP., M.Si., Teknisi Laboratorium UPA LT.
Teknisi laboratorium UPA LT lainnya juga menyampaikan harapannya agar hasil dari workshop ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga memperkuat standar operasional pengujian di laboratorium.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan akurasi dan konsistensi hasil uji. Kami berharap bisa terus mengikuti perkembangan metode terbaru dan menerapkannya dalam pelayanan laboratorium,” tutur salah satu teknisi UPA LT, Wella Yosvita Sari, S.Pd., M.Pd.
Dengan semangat kolaboratif dan antusiasme tinggi dari peserta, workshop ini menjadi langkah awal menuju penguatan peran laboratorium sebagai garda terdepan dalam menjamin keamanan pangan.
Jhoni Andika / Humas UPA LT
Recommended Posts

UPA Laboratorium Terpadu Ikut Meriahkan Domino Cup Rektor Universitas Jambi dalam Rangka HUT RI ke-80
Agustus 18, 2025








