GALERI ANALISIS

Pengujian Angka Lempeng Total pada Minuman

UPA. Laboratorium Terpadu Universitas Jambi menyediakan layanan pengujian Angka Lempeng Total (ALT) untuk minuman sebagai parameter penting dalam menilai kualitas mikrobiologis dan keamanan pangan.

Pengujian dilakukan dengan menumbuhkan mikroorganisme dari sampel minuman pada media Plate Count Agar (PCA), kemudian diinkubasi pada suhu tertentu. Jumlah koloni yang tumbuh dihitung dan dinyatakan dalam satuan cfu/mL (colony forming unit per mililiter).

Nilai ALT yang melebihi ambang batas menunjukkan kemungkinan adanya kontaminasi, penanganan yang kurang higienis, atau proses produksi yang tidak sesuai standar. Hasil uji ini sangat penting untuk menjamin mutu dan keamanan produk minuman sebelum diedarkan ke konsumen.

Pengujian Anti Bakteri Terhadap Efektivitas Minyak Cingkawang

Pengujian aktivitas antibakteri untuk menilai efektivitas minyak cingkawang (Calophyllum spp.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen.

Pengujian dilakukan dengan metode difusi cakram atau sumuran (well diffusion) pada media agar yang diinokulasi dengan bakteri uji, seperti Escherichia coli, Staphylococcus aureus, atau bakteri lainnya. Zona hambat yang terbentuk di sekitar minyak menunjukkan kemampuan antibakteri dari senyawa aktif dalam minyak cingkawang.

Hasil pengujian ini penting untuk mendukung pengembangan produk antiseptik alami, obat tradisional, atau formulasi kosmetik berbasis bahan alam lokal, serta sebagai bagian dari riset bioaktivitas hayati tanaman khas Indonesia.

Analisa Klorofil Daun Kedelai

UPA. Laboratorium Terpadu Universitas Jambi menyediakan layanan analisis klorofil pada daun kedelai (Glycine max) untuk mengevaluasi kondisi fisiologis tanaman, khususnya dalam kaitannya dengan proses fotosintesis, kesehatan tanaman, dan respon terhadap perlakuan budidaya.

Sampel daun diekstraksi menggunakan pelarut organik seperti asetone atau etanol, kemudian dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 645 nm dan 663 nm untuk menghitung kadar klorofil a, klorofil b, dan total klorofil.

Data kadar klorofil sangat penting dalam penelitian pertumbuhan, efisiensi cahaya, serta pemupukan nitrogen, menjadikan analisis ini bagian penting dalam studi agronomi dan peningkatan hasil produksi kedelai.

Analisa Pengujian Anti Bakteri

Layanan analisa pengujian antibakteri untuk mengevaluasi efektivitas senyawa atau ekstrak alami dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen.

Pengujian biasanya dilakukan menggunakan metode difusi cakram (disc diffusion) atau difusi sumuran (well diffusion) pada media agar yang telah diinokulasi dengan bakteri uji seperti Escherichia coli, Staphylococcus aureus, atau Salmonella sp. Hasil diamati dari zona hambat yang terbentuk di sekitar sampel.

Metode ini digunakan secara luas dalam penelitian bahan antibakteri alami, uji efektivitas antibiotik, serta pengembangan produk farmasi, pangan, dan kosmetik berbasis bahan alam.

Analisa ini mendukung pengembangan solusi antimikroba yang lebih aman dan ramah lingkungan, serta pengurangan ketergantungan terhadap antibiotik sintetis.

Pengujian Angka Lempeng Total pada Minuman

Pengujian Gross Energy (energi bruto) pada pakan ternak untuk mengetahui total kandungan energi yang tersedia dalam bahan pakan.

Pengujian dilakukan menggunakan bomb kalorimeter, yaitu alat yang mengukur jumlah panas yang dihasilkan saat sampel pakan dibakar secara sempurna dalam kondisi terkendali. Nilai energi diukur dalam satuan kalori atau joule per gram.

Data gross energy sangat penting dalam formulasi pakan ternak, karena berperan langsung dalam pertumbuhan, produktivitas, dan efisiensi pencernaan hewan ternak. Pengujian ini mendukung pemanfaatan bahan pakan lokal dan optimalisasi nutrisi secara ilmiah.

Pengujian Tekstur Tanah

Pengujian tekstur tanah untuk mengetahui proporsi pasir, debu, dan lempung dalam suatu sampel tanah. Tekstur tanah merupakan parameter dasar yang memengaruhi sifat fisik tanah, seperti kemampuan menahan air, sirkulasi udara, dan penetrasi akar.

Pengujian dilakukan dengan metode hidrometer atau pipet setelah proses dispersi partikel tanah. Hasil analisis akan menentukan klasifikasi tanah, seperti lempung berpasir, lempung liat, atau tanah berdebu.

Informasi tekstur tanah sangat penting untuk perencanaan budidaya tanaman, konservasi lahan, dan pengelolaan irigasi, sehingga mendukung praktik pertanian yang lebih tepat guna dan berkelanjutan.

Analisa Serat Kasar Pakan Ternak

Layanan analisis serat kasar untuk menilai kualitas nutrisi pada bahan dan ransum pakan ternak.

Pengujian dilakukan secara gravimetri menggunakan metode standar, di mana sampel pakan melalui proses hidrolisis dengan asam dan basa untuk memisahkan fraksi serat yang tidak larut, seperti selulosa dan lignin. Hasil analisis dinyatakan dalam persen (%) terhadap bobot kering.

Kadar serat kasar yang sesuai penting untuk menjaga fungsi pencernaan ternak ruminansia, namun pada hewan non-ruminansia perlu dikontrol agar tidak mengganggu penyerapan nutrien.

Analisis ini menjadi bagian penting dalam formulasi pakan yang seimbang, efisien, dan mendukung produktivitas ternak secara optimal.

Pengujian Klorofil pada Daun Sengon

Pengujian kadar klorofil pada daun sengon (Falcataria moluccana) untuk menilai kesehatan fisiologis tanaman dan efisiensi proses fotosintesis.

Pengujian dilakukan melalui metode ekstraksi pelarut (biasanya asetone atau etanol), diikuti pengukuran absorbansi menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang tertentu (sekitar 645 nm dan 663 nm). Hasil pengukuran digunakan untuk menghitung konsentrasi klorofil a, klorofil b, dan total klorofil dalam satuan mg/g bahan segar.

Analisis ini bermanfaat dalam penelitian pertumbuhan tanaman, evaluasi kondisi lingkungan, dan pengembangan silvikultur sengon sebagai tanaman kehutanan unggulan.

Pengujian Gula Total pada Daun dan Umbi Bawang Merah

UPA. Laboratorium Terpadu Universitas Jambi melakukan pengujian kadar gula total pada daun dan umbi bawang merah (Allium ascalonicum) sebagai bagian dari evaluasi kualitas fisiologis dan potensi hasil tanaman.

Pengujian dilakukan menggunakan metode fenol-sulfat atau refraktometri, tergantung kebutuhan analisis. Sampel diekstrak, lalu dianalisis untuk mengukur kandungan gula reduksi dan non-reduksi, yang dinyatakan dalam persen (%).

Data kadar gula total berguna untuk menilai tingkat kematangan, nilai gizi, serta respons tanaman terhadap perlakuan budidaya atau lingkungan, dan mendukung penelitian di bidang hortikultura, agronomi, dan pascapanen.

Pengoperasaian Chromatography Thin Layer

Kromatografi Lapis Tipis (TLC) merupakan salah satu teknik pemisahan sederhana dan cepat yang digunakan di UPA. Laboratorium Terpadu Universitas Jambi untuk identifikasi senyawa dalam campuran, seperti ekstrak tumbuhan, obat-obatan, maupun bahan kimia lainnya.

Prosedur TLC dimulai dengan penotolan sampel pada pelat kaca atau aluminium yang dilapisi fase diam (biasanya silika gel). Pelat kemudian dikembangkan dalam bejana tertutup yang berisi fase gerak (pelarut). Setelah proses elusi selesai, pelat dikeringkan dan hasil pemisahan diamati, baik secara visual maupun dengan bantuan sinar UV atau semprotan reagen penampak.

TLC digunakan untuk mengevaluasi kemurnian, memantau reaksi kimia, atau sebagai langkah awal identifikasi senyawa dalam analisis kualitatif. Teknik ini efisien, hemat biaya, dan sangat berguna dalam riset laboratorium dasar maupun lanjutan.

Analisis Kualitas Susu Segar

layanan analisis kualitas susu segar untuk memastikan kesegaran, keamanan, dan nilai gizinya sebelum dikonsumsi atau diolah lebih lanjut.

Pengujian mencakup parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi, seperti:

Uji organoleptik (warna, bau, rasa, dan tekstur), Kadar lemak, protein, dan laktosa, pH dan berat jenis, Uji alkohol dan uji reduktase untuk mendeteksi ketahanan terhadap fermentasi, Angka Lempeng Total (ALT) untuk mengetahui cemaran mikroba

Analisis ini penting untuk standarisasi mutu, pengawasan produk peternakan, serta perlindungan konsumen, baik untuk kebutuhan edukasi, industri, maupun masyarakat umum.

Analisa Protein Kasar Pakan Ternak

Layanan analisis protein kasar pada bahan dan ransum pakan ternak untuk memastikan kandungan nutrisi yang dibutuhkan dalam menunjang pertumbuhan dan produktivitas hewan.

Pengujian dilakukan menggunakan metode Kjeldahl, yang mengukur total nitrogen dalam sampel. Hasil pengukuran nitrogen kemudian dikonversi menjadi persentase protein kasar (% BK) menggunakan faktor konversi standar.

Kandungan protein kasar merupakan indikator utama dalam formulasi pakan yang seimbang, baik untuk ternak ruminansia maupun non-ruminansia. Data ini sangat penting dalam evaluasi nilai gizi, efisiensi pencernaan, serta pengembangan pakan berbasis sumber lokal.